Blog

Pastikan Data yang Dimasukkan ke Dalam Cloud Berstatus Baik, Sebelum Anda Memindahkannya

Diterbitkan tanggal 13 May 2019 oleh admin

Data tampaknya menjadi komponen yang sering terlupakan dari arsitektur sistem yang baik. Dalam migrasi awan, sering sekali terjadi kesalahan saat mengingat kembali bagaimana data yang statusnya buruk akan menjadi lebih buruk saat memindahkannya ke cloud.

Seperti apakah data buruk yang dimaksud itu? Struktur data yang buruk biasanya data yang berlebihan dan tidak adanya sumber kebenaran tunggal. Sehingga masalah keamanan dan kepatuhan semuanya berada di urutan teratas sebagai sumber data yang berstatus buruk. Saat ini, terlalu banyak perusahaan yang menendang data tersebut agar migrasi tetap bisa berjalan dengan menggunakan kamuflase komputasi awan. Sungguh ironi sebuah sistem komputasi awan yang sangat disayangkan.

Dillansir dari infoworld.com berikut adalah dua rekomendasi data inti yang bisa dan mampu untuk dimigrasikan ke cloud dengan cara benar.

1. Buat model data umum yang mencakup semua data perusahaan

Model data umum ini dapat berupa model data virtual. Dengan menggunakan perangkat lunak virtualisasi data untuk membuatnya. Cara ini juga bisa jadi model yang konseptual atau sesuatu yang logis digunakan IT sebagai referensi. Model ini harus mencerminkan semua data dan entitas data yang harus dihadapi perusahaan, seperti data penting yang sangat umum pada sebuah perusahaan, tentang pelanggan, produk, inventaris, dan penjualan.

Model ini bisa digunakan sebagai titik referensi umum untuk semua database perusahaan, apakah cloud atau on-premised. Hal ini memberikan data untuk fokus pada satu sumber kebenaran, dan itu memberikan pemahaman tingkat atom dari semua data, elemen data, dan artinya. Model ini selanjutnya dapat diikat ke dalam sistem manajemen data master atau ke dalam sistem tata kelola data.

2. Perbaiki data Anda saat pindah ke cloud

Diperlukan beberapa langkah tambahan dalam proses migrasi, termasuk mengubah struktur dan bahkan mungkin mengubah database. Tentu saja, aplikasi harus berubah juga untuk menggunakan database yang baru dan lebih baik.

Kenyataannya saat ini banyak sekali perusahaan yang melewatkan perbaikan data atau perbaikan selama migrasi ke awan. Hal itu disebabkan karena biaya dan waktu yang tertunda. Pada prosesnya banyak perusahaan baru akan sadar, saat proses migrasi data mengalami masalah. Banyak teknisi yang sering mengabaikan untuk membuat data inti yang mudah dipindahkan. Padahal, jika melek syarat pada pemindahan data ke cloud, banyak teknisi yang tidak perlu repot mengkurasi data atau bahkan mengalami proses terlambat saat memindahkan data tersebut.

Pada dasarnya data adalah bagian mendasar dari sistem apa pun, dan sebagian besar perusahaan perlu meningkatkan data mereka sebelum pindah ke cloud. Sehingga sangat diperlukan sekelompok tim migrasi cloud yang serius memperbaiki data dan meningkatkan nilai migrasi cloud untuk mendapatkan proses lima kali lipat dan tanpa kesulitan sebagai hasilnya. Selamat mencoba!